ARTIKEL : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UMKM DI ERA DIGITALISASI
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UMKM DI ERA DIGITALISASI KELURAHAN SEI LAIS KOTA PALEMBANG
Oleh
: Dr. Fina Dian Arini, S.IP., M.Si
Saat
ini gencar gerakan untuk digitalisasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Sebab pada era digital ini, dunia usaha tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara
konvensional untuk bertahan dan berkembang.
Digitalisasi
UMKM di era digital merupakan upaya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam
berbagai aspek operasional dan pemasaran bisnis. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan akses pasar bagi UMKM, serta
membantu mereka bersaing di pasar global. Digitalisasi UMKM adalah proses
penggunaan teknologi digital (internet, software, hardware, dan platform
digital) dalam berbagai aspek operasional dan manajerial bisnis UMKM. Ini
termasuk pemasaran, penjualan, pengelolaan keuangan, layanan pelanggan, dan
lain-lain.
Pentingnya Digitalisasi :
1.
Memperluas Jangkauan: UMKM dapat menjangkau konsumen di berbagai wilayah
dengan lebih luas, bahkan hingga ke pelosok negeri, melalui e- commerce dan
media sosial.
2.
Meningkatkan Pendapatan: Digitalisasi dapat membantu UMKM meningkatkan
penjualan dan pendapatan dengan memanfaatkan berbagai platform digital untuk
pemasaran dan transaksi.
3.
Mempermudah Transaksi: Pembayaran digital dan sistem e-commerce
memudahkan proses transaksi dan mempercepat arus kas UMKM.
4.
Meningkatkan Efisiensi: Teknologi digital dapat membantu UMKM
mengoptimalkanprosesproduksi,pengelolaanstok,danmanajemenkeuangan.
5.
Memenuhi Tren: UMKM yang mengadopsi digitalisasi dapat mengikuti
perkembangan teknologi dan tren pasar, serta lebih cepat beradaptasi
dengan perubahan.
Manfaat Digitalisasi:
1. Meningkatkan Daya Saing: UMKM
dapat bersaing lebih baik denganUMKM lainnya, baik lokal maupun global, melalui
berbagai strategi digital marketing dan e-commerce.
2. Meningkatkan Produktivitas:
Penggunaan teknologi digital dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi dan
produktivitas dalam berbagai aspek operasional.
3. Meningkatkan Efektivitas
Pemasaran: UMKM dapat menjangkau target pasar yang lebih luas dan tepat dengan
menggunakan strategi digital marketingyang tepat.
4. Meningkatkan Kepuasan
Pelanggan: UMKM dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan
melalui layanan pelanggan online dan media sosial.
Digitalisasi
UMKM adalah proses penggunaan teknologi digital dalam berbagai
aspek operasional dan manajerial bisnis. Hal ini meliputi penggunaan internet,
perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), dan platform- platform
digital lainnya. Tujuan dari penerapan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi,
produktivitas, dan akses pasar bagi UMKM. Digitalisasi pada UMKM tidak hanya
sekadar memiliki kehadiran online, tetapi juga tentang bagaimana UMKM
memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk mengoptimalkan proses
bisnis.
Peran Penting
Digitalisasi UMKM
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2023, tercatat nilai transaksi melalui digital atau e-commerce, mencapai Rp533 triliun. Nilai ini melesat tajam dibanding tahun sebelumnya yang nilainya Rp476 triliun. Untuk itu, penting melakukan digitalisasi usaha saat ini. Supaya UMKM ikut terdampak dengan mendapatkan omzet yang besar. Adapun berikut ini adalah beberapa peran penting dari digitalisasi untuk UMKM:
1. Meningkatkan Daya Saing
Digitalisasi mampu meningkatkan daya saing
UMKM dengan memperluas jangkauan pasar. Selain itu juga menawarkan layanan yang
lebih efisien, dan mengikuti tren
teknologi terbaru.
2. Memperluas Akses Pasar
Salah satu keuntungan utama digitalisasi
adalah memungkinkan UMKM untuk mencapai pasar yang lebih luas. Dengan
memilikitoko onlineatau keberadaan di platform e-commerce, UMKM dapat menjual
produk tidak hanya di tingkat lokal atau regional, tetapi juga secara nasional
dan internasional
3. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Digitalisasi memungkinkan UMKM untuk
mengotomatiskan banyak proses operasional. Dari manajemen inventaris hingga
proses pembayaran. Penggunaan perangkat lunak dan teknologi digital dapat
membantu UMKM menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kesalahan manusia.
4. Memperkuat Hubungan dengan Pelanggan
Interaksi melalui media sosial juga menjadi
lebih mudah. Sehingga kamu dapat lebih dekat secara personal dengan pelanggan.
Tak hanya itu, memudahkan
menerima umpan balik yang berharga untuk meningkatkan produk dan layanan.
5. Mendorong Inovasi Produk dan Layanan
Digitalisasi memberikan akses kepada UMKM untuk informasi pasar yang lebih baik melalui analisis data dan umpan balik pelanggan. Dampaknya, respon terhadap tren pasar jadi lebih cepat. Sehingga pengembangan produk dan layanan juga dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
6. Memfasilitasi Akses ke Sumber Daya dan Pendanaan
Melalui platform online, UMKM dapat mengakses
sumber daya seperti informasi bisnis, pelatihan, dan jaringan profesional.
Selain itu, digitalisasi juga memfasilitasi akses keberbagai opsi pendanaan,
termasuk crowdfunding, microfinance marketplace, dan program dukungan pemerintah
untuk UMKM.
7. Meningkatkan Visibilitas dan Citra Merek
Melalui website, media sosial, dan kampanye
pemasaran digital lainnya, kamu dapat memperkenalkan merek produk kepada audiens
yang lebih luas. Kemudian meningkatkan kesadaran tentang produk dan layanan
UMKM.
8. Membuka Peluang Kolaborasi dan Kemitraan
UMKM juga harus melakukan kolaborasi dan
kemitraan. Hal ini akan semakin mudah dilakukan jika pelaku UMKM melek digital.
Sehingga peluang kolaborasi jadi lebih besar.
Kegiatan
pengabdian masyarakat di Kelurahan Sei Lais Kota Palembang ini bertujuan untuk
membantu masyarakat disini dalam berbagai aktivitas tanpa mengharapkan imbalan,
serta memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas
hidup masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merupakan salah satu
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni budaya kepada masyarakat.
Kegiatan
Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang diperoleh dari perguruan tinggi untuk
memecahkanmasalahyangdihadapimasyarakatatauwargadiKelurahanSeiLais ini, serta
membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat beragam, namun secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut:
1.
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat:
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengatasi masalah
sosial, ekonomi, dan kesehatan, serta meningkatkankualitas hidup mereka.
2.
Memberikan Solusi Permasalahan:
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi berbasis kajian akademik
terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
3.
Memberdayakan Masyarakat:
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan dan
kapasitas masyarakatdalammemanfaatkan sumber daya yang mereka
miliki.
4.
Mengembangkan Keterampilan
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat memberikan pelatihan dan bimbingan teknis
kepada masyarakat untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan.
5.
Menerapkan Hasil Penelitian
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat menjadi wadah untuk menerapkan hasil penelitian
perguruan tinggi kepada masyarakat, sehingga penelitian tersebut dapat
memberikan manfaat nyata.
6.
Mengembangkan Empati danTanggung Jawab Sosial:
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab
sosial, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
7.
Membangun Kehidupan yang Berkelanjutan:
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat mendorong pembangunan berkelanjutan dengan
memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.
8.
Menciptakan Inovasi:
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini dapat mendorong terciptanya inovasi teknologi yang
dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
9.
Mempercepat Pembangunan Nasional:
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membantu mempercepat pembangunan nasional dengan memberikan solusi terhadap masalah- masalah pembangunan.
UMKM
di Kalidoni, Kota Palembang tersebar di berbagai jenis usaha, termasuk
perdagangan, jasa, dan kerajinan tangan. Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota
Palembang menunjukkan bahwa terdapat banyak UMKM di setiap kecamatan, termasuk
Kalidoni, yang tersebar secara merata.
UMKM
di Kalidoni kemungkinan besar mencakup berbagai jenis usaha, seperti toko
kelontong, warung makan, bengkel, toko pakaian, jasa laundry, kerajinan tangan,
dan usaha mikro lainnya yang merintis bisnis dari rumah.
UMKM
di Kalidoni juga berperan dalam aktivitas perdagangan, baik secara langsung
maupun melalui platform online. UMKM berkontribusi pada perekonomian lokal, menciptakan lapangan
kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalidoni.
Pemerintah
Kota Palembang, melalui Dinas Koperasi dan UMKM, memberikan dukungan kepada
UMKM melalui berbagai program, seperti pelatihan, fasilitasi akses modal, dan
promosi produk.
CONTOH
UKM POTENSIAL DI KELURAHAN SEI LAIS KECAMATAN KALIDONI SULAM ANGKINAN
Kampung
Sulam Angkinan (Sunan) yangterletak di kelurahan sungai Lais kecamatan Kalidoni
kota Palembang adalah salah satu kampung kreatif yang memproduksi kerajinan
sulam khas Sumatera Selatan yang berlokasi di jalan Mayor Zen Lrg. Tanjungan
RT.009 RW.002 Kelurahan Sungai lais Kecamatan Kalidoni Palembang.
Kampung
Sulam Angkinan sendiri di bentuk berdasarkan gagasan Sekretaris Camat kalidoni
Vera Kusariani, S.STP,MM dan disetujui oleh Camat Kalidoni yang dilaunching
tanggal 23 Agustus 2024 kemarin.
Sekcam
Kalidoni Vera Kusariani, S.STP,MM penggagas kampung Sulam Angkinan mengatakan
bahwa terbentuk gagasan untuk membuat kampung Sulam Angkinan ini merupakan
salah satu upaya bersama untuk memajukan dan melestarikan kerajinan daerah dan
UMKM yang ada di kecamatan Kalidoni Palembang.
Menurut
nya Latar Belakang dibentuk kampung Sulam Angkinan karena merupakan sulam khas
Sumatera Selatan yang perlu dilestarikan Sulam Angkinan sendiri mempunyai ciri
khas benang emas dan warna warni. Usaha sulamangkinan di Kelurahan Sungai Lais
sudah berjalan secara turun-temurun sejak tahun 1970 an hingga sekarang.
Melihat potensi masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai pengrajin
sulam angkinan serta sebagai upaya melestarikan budaya Sumatera Selatan menjadi
latar belakang dibentuknya Kampung Sulam Angkinan (Sunan).
Saat ini pekerja sulam angkinan yang ada di Kelurahan Sungai Lais berkisar ± 50 orang tersebar di RT.08, RT.09 dan RT.36 Kelurahan Sungai Lais denganmayoritas sebagai pengrajinsulamupahan makadari untukmenarikminat dan melestarikan sunan Angkinan ini kami melalui kecamatan Kalidoni membuat
Kampung khusus kerajinan sulam Angkinan,
Dengan
tujuan mana selama ini produk sulam angkinan hanya dijual di Pasar 16 maupun
Pasar Ramayana, maka dengan dibentuk menjadi Kampung Kreatif “Kampung Sulam
Angkinan” diharapkan dapat membantu memperluas pangsa pasar penjualan produk
sulam angkinan, bisa meningkatkan pendapatan pengrajin angkinan serta bisa
menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Maka
pada tanggal 23 Agustus 2024 secara resmi di launching kampung Sulam Angkinan
Sebagai kampung kreatif kecamatan kalidoni kota Palembang yang dihadiri
langsung Kepala Dinas Pariwisata Kota PalembangSulaiman Amin, RM. Ali Hanafiah
(Mang Amin) (Sejarah Budayawan/Staf Khusus Walikota Bidang Pariwisata, Budaya
dan Ekonomi Kreatif, Maulidia Wahyuni, S.Pd., M.Si Kabid Ekonomi Kreatif, Dr.
Sri Rahayu Wakil 2 , Rektor Univ. Muhammadiyah Palembang, Vita Sandra, SPd,
M.Comm dari Dinas Kebudayaan dan pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.
Digitalisasi
UMKM merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya
saing dan pertumbuhan UMKM di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi
digital secara efektif, UMKM dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan
akses pasar, serta bersaing lebih baik di pasar global. Kalidoni, sebagai salah
satu kecamatan di Palembang, memiliki potensi yang besar untuk pengembangan
UMKM. Berbagai jenis usaha bisa dikembangkan di Kalidoni, baik di bidang
perdagangan, jasa, maupun kerajinan tangan. Dukungan pemerintah dan potensi
pasar lokal dapat mendorong pertumbuhan UMKM di Kalidoni.Adapun hasil kunjungan
peserta pengabdian masyarakat ke dua UKM potensial di Kelurahan Sei Lais yaitu
UKM Sulam Angkinan (Kampung Sulam) yaitu :
1. Peningkatan Penjualan:
Pelaku UKM dapat meningkatkan penjualan karena mendapatkan pengetahuan baru
tentang pemasaran atau produk baru.
2. Peningkatan Kualitas
Produk: UKM dapat meningkatkan kualitas produk setelah mendapatkan pelatihan
atau saran dari ahli.
3. Pembuatan Produk Baru: UKM
dapat menciptakan produk baru setelah mendapatkan ide dari kunjungan .
4. Peningkatan
Keterampilan: Peserta dapat menjadi lebih mahir dalam bidang tertentu setelah
mendapatkan materi pelatihan.
5. Pembentukan
Jaringan Usaha: UKM dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain setelah
melakukan kunjungan. (*).

Tidak ada komentar