PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN GURU DALAM PENCEGAHAN TINDAKAN PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMP ALAM KIAI MAROGAN PALEMBANG
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN GURU DALAM PENCEGAHAN TINDAKAN PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMP ALAM KIAI MAROGAN PALEMBANG
Oleh : Fina Dian Arini, S.IP., M.Si., Citra Iasha, S.Psi., M.Si. (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Satya Negara).
Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan salah satu permasalahan sosial dan pendidikan yang perlu mendapat perhatian serius. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mepengaruhi korban secara psikologis, tetapi juga dapat menghambat proses pembelajaran dan merusak iklim sekolah yang kondusif. Pencegahan perundungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah saja, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologi dan akademis siswa. Untuk itulah mengapa penting untuk melibatkan semua pihak, termasuk siswa, guru, dan orang tua, dan masyarakat dalam mencegah bullying di sekolah. Perundungan (Bullying) mencakup berbagai bentuk perilaku agresif seperti kekerasan fisik, verbal, sosial yang ditujukan untuk menyakiti dan merendahkan seseorang. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban saja, tetapi juga oleh pelaku dan saksi mata. Dikutip dari buku Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak, Niken Suryatmini (2020:56), bullying adalah sebuah situasi di mana terjadinya penyalahgunaan kekuatan dan kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Upaya pencegahan tindakan perundungan di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
SMP Alam Kiai Marogan Palembang merupakan lembaga pendidikan berbasis karakter dan lingkungan yang menekankan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah ini mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan guru sebagai strategi pencegahan perundungan dengan mengedepankan kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini berfokus untuk memahami bagaimana bentuk pemberdayaan tersebut dilaksanakan, peran guru dan masyarakat dalam mencegah perundungan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMP Alam Kiai Marogan Palembang Jln Yusuf Zein Rt.17 Rw.006, Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Kota Palembang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 21 Oktober 2025 yang di ikuti oleh guru - guru di SMP Alam Kiai Marogan, beberapa perwakilan murid dari beberapa kelas, warga sekitar sekolah dan beberapa wali murid SMP Alam Kiai Marogan yang berdomisili di sekitar sekolah.
Sekolah Alam Kiai Marogan merupakan bagian dari Yayasan Pesantren Tahfidz Kiai Marogan. Sekolah Alam Kiai Marogan sudah menjalankan kegiatan pembelajaran mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, SD, SMP dan SMA sejak tahun 2019. Dewan Guru yang membimbing dan mengajar merupakan lulusan Sarjana Pendidikan yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Disetiap tahun Sekolah Alam Kiai Marogan mampu mengadakan wisuda bagi siswa yang telah menyelesaikan hafalan 30 Juz nya.
Adapun fasilitas yang ada di Sekolah ini yaitu lapangan yang Luas, luas wilayah Pesantren Tahfidz Kiai Marogan adalah sekitar dua hektare terdapat banyak lapangan untuk kegiatan Outdoor. Karena sekolah ini bertema Pendidikan Alam maka tentu fasilitas - fasilitas ini sangat membantu. Mesjid yang besar, yang merupakan salah satu tempat untuk mendidik anak-anak untuk selalu ingat kepada Sang Pencipta dan beribadah. Mesjid di Area Sekolah Alam Kiai Marogan ini bernama Masjid Darush Sholihin. Mesjid ini juga sering diramaikan dengan kegiatan wisuda dan juga Suluk disetiap bulan. MM (Marogan Mart), meskipun lokasi sekolah berjarak dari keramaian kampung tetapi di area sekolah terdapat Toko Serba Ada yang bernama Marogan Mart. Jadi para siswa bisa mengisi energi dengan membeli makanan yang berkualitas disana. Asrama, Asrama diperuntukkan bagi mereka yang ingin mondok jadi seorang santri sekaligus seorang siswa Sekolah. Asrama terbagi jadi asrama Putri dan Putra. Dengan fasilitas kamar tidur, alas tidur dan lemari pakaian, kamar mandi. Perpustakaan, Aula dan dapur Umum. Sekolah alam adalah suatu tempat belajar yang berada di lingkungan alam yang masih sangat natural atau alami, yang menampung kegiatan belajar mengajar yang memiliki kurikulum tambahan tentang alam dan lingkungan hidup dalam proses pendidikannya. Metode belajar di sekolah ini kebanyakan di alam terbuka, yange bersifat aktif (action learning) di mana siswa belajar dari pengalaman (siswa mengalami dan melakukan lansung). Di sekolah alam siswa tidak hanya terpaku belajar teori saja, siswa juga di ajari langsung bagaimana prakteknya. Dalam konsep pendidikan sekolah alam terdapat 3 fungsi yakni 1) Alam sebagai ruang belajar, 2) Alam sebagai media dan bahan mengajar, 3) Alam sebagai objek pembelajaran. Metode belajar lebih banyak menggunakan metode action learning Penggunaan alam sebagai media belajar bertujuan agar siswa lebih peduli dengan lingkungan dan bisa menerapkan pengetahuan yang di pelajari.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dan guru di SMP Alam Kiai Marogan Palembang berjalan secara terencana dan kolaboratif. Masyarakat berperan penting dalam mencegah perundungan di sekolah dengan menciptakan lingkungan yang ramah, aman, dan berempati, meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan, dan memberikan dukungan moral dan perlindungan bagi korban. Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah ini turut berpartisipasi dalam menegakkan aturan, melaporkan kasus, serta mendukung pendidikan karakter dan empati yang dimulai dari lingkungan rumah. Peran guru terlihat melalui penguatan pendidikan karakter, penerapan disiplin positif, dan integrasi nilai anti-perundungan dalam proses pembelajaran. Guru berfungsi sebagai teladan dan pembimbing sosial-emosional bagi siswa.Peran masyarakat dan orang tua diwujudkan melalui kegiatan bersama seperti pengajian lingkungan, parenting class, dan forum komunikasi sekolah-masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Strategi pencegahan dilakukan melalui pelatihan keterampilan sosial bagi siswa, pembentukan tim sahabat sebaya, serta kampanye anti-bullying yang dipimpin oleh OSIS dan guru BK. Faktor pendukung meliputi budaya sekolah yang terbuka, kepemimpinan kepala sekolah yang ramah, partisipatif dan inovatif, serta dukungan masyarakat sekitar.
Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana pendukung dan perbedaan latar belakang keluarga siswa yang kebanyakan berasal dari luar daerah / luar kota Palembang dan tentunya berpengaruh terhadap perilaku sosial anak. Pemberdayaan yang terjalin antara guru dan masyarakat menunjukkan bahwa pencegahan perundungan efektif dilakukan apabila seluruh unsur sekolah dan lingkungan memiliki komitmen dan kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai empati, saling menghormati, dan tanggung jawab sosial. Kolaborasi antara sekolah, orang tua dan masyarakat dapat membantu dalam menciptakan lingkungan yang aman, mendukung dan bebas dari kekerasan. Sekolah harus berperan untuk menjamin kebijakan dan prosedur pencegahan bullying agar diterapkan secara konsisten. Orang tua memiliki peran untuk membimbing anak agar memahami pentingnya menghormati sesama, empati dan menghindari perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Guru juga membantu untuk membangun hubungan yang dekat dan positif dengan para siswa. Sedangkan siswa dapat berperan dengan cara berpartisipasi dalam program anti-bullying di sekolah.
Berikut ini adalah alasan pentingsekolah ini melibatkan semua pihak dalam mencegah terjadinya perundungan (bullying) di sekolah. 1. Menangani kasus perundungan dengan cepat. Kolaborasi yang efektif dan melibatkan semua pihak dapat membantu untuk mengidentifikasi masalah dengan cepat. Dengan melakukan hal tersebut, maka penanganan kasus bullying dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. 2. Memfasilitasi Proses Belajar, guru adalah komponen yang sangat penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Tindakan perundungan dapat mengganggu proses belajar mengajar yang merupakan kewajiban para siswa dan guru di sekolah. Dengan penanganan tindakan perundungan yang melibatkan berbagai pihak, maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. 3. Mencegah dampak negatif jangka panjang, Tindakan perundungan ini dapat berdampak negatif jangka panjang pada kesejahteraan mental dan emosional korban. Penanganannya harus dilakukan secara tepat dan efisien untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
Dari pembahasan di atas dapat disadari mengapa penting bagi SMP Alam Kiai Marogan untuk melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat, siswa, guru, dan orang tua, dalam mencegah tindakan perundungan di sekolah agar proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan baik. Pelibatan seluruh warga sekolah sangat penting karena menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, membangun kesadaran kolektif, serta mendorong tindakan proaktif untuk mencegah dan mengatasi perundungan. Ketika semua pihak, seperti siswa, guru, dan orang tua, terlibat, mereka dapat saling mengawasi, mengidentifikasi dini potensi perundungan, dan secara bersama-sama membentuk budaya sekolah yang positif dan bebas kekerasan. Peran keterlibatan seluruh warga sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung keterlibatan bersama menciptakan rasa aman dan membuat semua orang merasa memiliki tanggung jawab untuk mencegah perundungan.
Membangun kesadaran kolektif dengan dilibatkan, seluruh warga sekolah menjadi lebih sadar akan dampak negatif perundungan dan pentingnya tindakan pencegahan. Identifikasi dini dan pencegahan, siswa yang menjadi bagian dari satgas atau kelompok peduli dapat membantu mengidentifikasi kasus perundungan di antara teman sejawat sejak dini. Mendorong tindakan kolektif. keterlibatan semua pihak memastikan adanya tindakan kolektif untuk menghentikan perundungan, bukan hanya mengandalkan satu pihak saja. Meningkatkan dukungan bagi korban, korban perundungan akan merasa didengar dan didukung, serta mendapatkan penanganan yang lebih baik karena adanya kepedulian dari seluruh komunitas sekolah. Mengurangi pandangan keliru tentang perundungan: Melibatkan orang tua dan guru dapat membantu menyamakan pemahaman tentang apa itu perundungan, termasuk bentuk-bentuknya yang tidak hanya fisik, tetapi juga verbal dan psikologis.
Pemberdayaan masyarakat dan guru di SMP Alam Kiai Marogan Palembang terbukti efektif dalam membangun budaya sekolah yang bebas perundungan melalui pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berbasis nilai-nilai karakter. Keberhasilan program ini ditandai oleh meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya menghormati sesama dan berkurangnya kasus perundungan di sekolah. Kedepannya diperlukan dukungan berkelanjutan dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota untuk memperluas model pemberdayaan ini ke sekolah lain melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kebijakan sekolah ramah anak. Pentingnya Budaya Sekolah yang Positif adalah arus bawah yang kuat yang menumbuhkan rasa memiliki, meningkatkan moral, dan menumbuhkan suasana saling menghormati dan kerja sama di antara siswa, guru, dan administrator. Pengaruh positif dari budaya sekolah yang sehat sangatlah besar. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman adalah hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Lingkungan yang aman dan nyaman akan memberikan dampak positif pada seluruh pemangku kepentingan sekolah mulai dari kesehatan mental, prestasi akademik hingga kesejahteraan sosialnya. Peran kepemimpinan yang penting bagi kepala sekolah adalah mengembangkan, menyebarluaskan, dan mendukung kebijakan yang jelas dan tegas tentang segala bentuk diskriminasi. Pernyataan kebijakan membantu menormalkan rasa aman dan komunikasi positif serta menjelaskan konsekuensi dari perilaku dan tindakan negatif. (*).

Tidak ada komentar